Thursday, 28 April 2016

9 Tahun Bergantung Kursi Roda, Yoga Bercita-cita Ingin Jadi Montir

Komunitas Pigura Warga Batang menyerahkan santunan dari hasil iuran anggota, kepada Yoga dan Ibunya, Kamis sore (28/4) dirumahnya.


Yoga Prasetyo, remaja 14 tahun ini terbaring lemah saat perwakilan komunitas Pigura Warga Batang (PWB) menyambangi rumahnya, di dukuh Gondangan RT.09/02 desa Tulis, sore itu. Ada binar kebahagiaan, saat komunitas tersebut memberikan bantuan kepada keluarga ini.

Remaja yang masih duduk dibangku kelas 5 SD Negeri Tulis 01 itu terlihat masih asyik menonton televisi ukuran 14 inch yang berada bersebelahan dengan tempat tidurnya. Karena sehari-hari, hanya televisi ini yang menjadi hiburan bagi dirinya.

Yoga, sejak 9 tahun terakhir mengalami cacat permanen. Kedua kakinya tidak bisa dijadikan tumpuan berjalan, karena lemah dan membengkok. Yoga terpaksa harus menggunakan kursi roda untuk beraktifitas ke sekolah, ataupun bermain disekitar rumahnya. 

Menurut Suprapti sang ibu, anak semata wayangnya itu sakit sejak berusia 5 tahun. Waktu itu, Yoga mengalami demam yang tak kunjung turun panasnya, akibat tidak bisa buang air besar. Janda yang hanya bermata pencaharian sebagai pembuat rengginang ini akhirnya membawa anak yang sudah ditinggal ayahnya sejak dalam kandungan itu ke rumah sakit.

Berharap bisa sembuh, Yoga ternyata divonis oleh dokter menderita sakit syaraf tulang punggung yang kejepit. Bukannya sembuh, hari demi hari Yoga justru semakin lemas. Karena keterbatasan biaya, sejak saat itu, Suprapti akhirnya memilih merawat Yoga dirumah, sambil berikhtiar ke sejumlah pengobatan alternatif.

Bukan tanpa alasan, Suprapti memilih merawat anak semata wayangnya itu dirumah, karena Suprapti harus tetap mencari nafkah untuk menyambung hidup. Setiap pagi, setelah Suprapti mengantar Yoga ke sekolah, dirinya baru bisa berkesempatan untuk melakukan pekerjaan rumah, serta membuat rengginang yang akan dijual ke pasar.

Setelah putra tunggalnya pulang sekolah, suprapti hanya bisa menemani Yoga menonton televisi ataupun mengantar Yoga bermain ke rumah tetangga yang membuka usaha bengkel. "Pinginnya punya usaha kecil-kecilan dirumah, biar bisa merawat Yoga di rumah", harapnya singkat.

Sore itu suasana haru pecah, saat Yoga menjawab pertanyaan dari Sudiyono yang merupakan ketua PWB. "Cita-citanya ingin jadi apa nak?", "ingin jadi montir", jawabnya singkat dan penuh semangat.

Kamis sore, rombongan pengurus dan anggota PWB sengaja menyambangi rumah Yoga untuk memberikan semangat dan amanat dari anggota. Kegiatan anjangsana dilanjutkan di Desa Pretek dan Gumawang kecamatan Pecalungan.  

DIRUMAHKAN, RATUSAN BURUH TERPAKSA NGAMEN



AKIBAT DIRUMAHKAN SECARA SEPIHAK OLEH PERUSAHAAN/ SIANG HINGGA SORE TADI RATUSAN BURUH DI PEKALONGAN JAWA TENGAH TERPAKSA NGAMEN DI JALUR PANTURA// AKSI INI TERPAKSA DILAKUKAN/ KARENA MEREKA TERDESAK KEBUTUHAN BIAYA HIDUP KARENA HINGGA KINI BELUM ADA KEJELASAN DARI PERUSAHAAN// 



DENGAN MENGENAKAN SERAGAM PERUSAHAAN/ RATUSAN BURUH DARI SEBUAH PABRIK TEKSTIL DI PEKALONGAN YANG MEMPRODUKSI SARUNG/ SIANG HINGGA SORE TADI TERPAKSA MENGAMEN DI JALUR PANTURA// BEBERAPA DIANTARA MEREKA MEMBAWA ALAT MUSIK DAN SEBAGIAN MENYANYI SAMBIL MENYODORKAN KARDUS KEPADA PARA PENGGUNA JALAN AGAR DIBERI SAWERAN//

AKSI INI TERPAKSA DILAKUKAN/ KARENA SUDAH BERBULAN-BULAN STATUS MEREKA SEBAGAI KARYAWAN DI PT. DUTATEX TIDAK JELAS// DARI HASIL MENGAMEN/ UANG TERSEBUT KEMUDIAN DIBAGI RATA KEPADA PARA PESERTA UNJUK RASA/ UNTUK MENYAMBUNG HIDUP// KARENA/ SELAMA DIRUMAHKAN MEREKA BELUM LAGI MENDAPAT PANGGILAN KERJA DAN IRONISNYA PIHAK PERUSAHAAN JUSTRU MEREKRUT KARYAWAN BARU//  


CG/ EDI SISWANTO/ KORLAP AKSI//   

SELAIN TERDESAK KEBUTUHAN HIDUP/ AKSI INI JUGA SEBAGAI BENTUK KEKECEWAAN BURUH KEPADA PEMERINTAH DAERAH DAN DPRD SETEMPAT YANG TIDAK MEMBELA BURUH// RENCANANYA/ AKSI KARYAWAN YANG DIRUMAHKAN INI AKAN DIDUKUNG OLEH SERIKAT PEKERJA NASIONAL SEBAGAI BENTUK SOLIDARITAS/ DENGAN MELAKUKAN AKSI NGAMEN MASSAL DI JALUR PANTURA// 

Wednesday, 27 April 2016

Tangkal Peredaran Narkoba, Lapas Perketat Pengawasan Anjing Pelacak Di Pintu Masuk


Pekalongan, Info Publik- Untuk memberantas peredaran  narkoba di lingkungan  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Pekalongan, pegawasan diperketat dengan menurunkan anjing pelacak narkoba di pintu masuk lapas. Hal tersebut mengemuka saat Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke 52 di lembaga pemasyarakatan Kota Pekalongan Rabu (27/4) kemarin.

Anjing pelacak narkoba tersebut merupakan hasil pemberian salah satu warga semarang bernama Petrus Santoso yang peduli terhadap pemberantasan narkoba di lingkungan lapas. Sehingga pihaknya menyerahkan langsung kepada kepala lapas Kota Pekalongan, Suprapto.

Suprapto menuturkan dengan adanya hibah anjing pelacak narkoba tersebut berharap dapat meminimalisir peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan. “memang tidak dapat dipungkiri peredaran narkoba di kalangan lembaga pemasyarakatan (lapas) masih banyak. Dengan adanya hibah anjing ini mudah-mudahan meminimalisir peredaran narkoba di kalangan lapas” tutur Suprapto.

Ia juga menambahkan tidak hanya anjing pelacak narkoba sajayang digunakan untuk pengawasan dalam memebrantas narkobatersebut, tetapi pihaknya juga menggunakan beberapa alat seperti cctv, alat detector dan lainnya untuk mencegah penyelundupan masuknya narkoba ke Lapas.

Diungkapkan bahwa jumlah warga binaan di lapas kota pekalongan ada 465 orang. Dan 60 persennya merupakan kasus narkoba. “dari jumlah 465 sebanyak 295 warga binaan dengan kasus narkoba,” ungkap Suprapto

Sementara itu Kapolres Kota Pekalongan AKBP Luthfie Sulistiawan Menambahkan dengan adanya anjing pelacak bernama si Bony tersebut memudahkan dalam pengawasan dan secara psikologis dapat memberikan dampak bagi narapidana binaan untuk bermain-main dengan narkoba

“ bagi mereka yang mau masuk menyelundupkan dan bagi warga yang di dalam mereka tidak akan lepas dari si Bony Anjing Pelacak,” Tambah Lutfi Setiawan.

Sementara itu Walikota Pekalongan, Ahmad Alf Arslan Djunaid mengatakan bahwa narkoba merupakan musuh bersama. Sehingga pemerintah selalu berupaya meminimalisir peredaranya.

“kami selalu mendukung upaya pemberantasan narkoba, salah satunya hari ini yaitu hibah anjing pelacak narkoba bernama Si Bony yanag dihibahkan oleh salah satu warga yang peduli terhadap pemberantasan narkoba. Dan hal tersebut patut kita apresiasi bersama,” kata Walikota. (Diskominfo/Liminho/Mfd)